Double Shot NuRA – TW5

Menanggapi ajakan kawan saya sabat yang punya sepeda baru jadilah saya kembali bermain di NuRa. Kebetulan menurut majalah RideBike trek NuRa adalah salah satu track terbaik untuk dimainkan di musim hujan, saya jadi semakin antusias dengan sensasi bermain di track basah.

Semua perlengkapan sudah dicek ulang, kami mulai loading sepeda dan memesan 3 angkot untuk membawa ke mang ade, kecuali rizal yang memilih untuk gowes sendiri ke atas. Awalnya dia memutuskan untuk ikut tw trip saja, tapi melihat selisih waktu angkot dengan rizal, tampaknya memungkinkan sekali rizal ikut full trip. Rizal mencatat 1 jam 20 menit dalam Gadoh – RA *plok plok plok beri tepuk tangan untuk jawara kita.

Awalnya om John punya ide untuk melewati GMDH, sayang menurut laporan tracknya banyak pohon tumbang dan jembatan bambunya rusak sehingga berbahaya untuk dilalui. Jadilah kita gowes menanjak ke stasiun pemancar untuk mengawali perjalanan memasuki track dengan diselimuti kabut tebal

Yang saya suka dari jalur NuRA adalah variasi konturnya, mayoritas track adalah pedalling section dan ada obstackle technical yang mengejutkan bisa dilewati dengan kecepatan tinggi. Tanjakan patok, drop off, dan lumpur semua dapat ditemui disini, menantang untuk ditaklukkan.

Kawan-kawan semua terlihat sangat menikmati perjalanan kemarin, semua berusaha untuk saling menempel dan saling memprovokasi untuk mengeluarkan usaha yang paling maksimal saat melibas track. Terus begitu sampai akhir track di gunung mas. Selesai track NuRa kami sudah ditunggu angkot untuk lanjut ke TW drop zone.

Bermain di TW selalu menarik, track dengan pemandangan yang indah dan track dengan turunan yang flownya halus membuat track ini bersahabat dengan pemula. Tapi patut diwaspadai beberapa bagian track licin dan berbahaya akibat jalur air yang panjang. Di track ini gap jarak tiap orang semakin rapat karena semua dilibas full speed.

Selesai melibas TW, perjalanan dilanjutkan dengan light xc alias blasak blusuk kampung ciburial dan cikatapus. Patut dicatat kami semua kembali makan di warung nasi ciburial, tampaknya warung ini jadi mtb rest area untuk rombongan selatan, bolehlah nanti disempatkan ditulis review khusus tentang warung ini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Photo by Sabat & Dhani Chagi