Tenun Desa Sade

tenun sasak - aditya wardhana (2)

Siapa sih yang tidak senang diberi oleh-oleh kain tenun songket lombok. Kampung Sasak yang terus terus menjaga keaslian bangunan adat, merawat kesenian tradisonal, serta menjaga warisan tradisi leluhur mereka,  bahkan tidak sedikit warganya yang tidak bisa bahasa Indonesia. Mereka menggantungkan hidup dari pertanian, sebagian pariwisata, dan kerajinan. Disini didemonstrasikan cara-cara menenun mulai dari persiapan hingga pengerjaannya dan inilah hasil pengamatan saya dan hasil tanya-tanya saya pada penduduk.

tenun sasak - aditya wardhana (3)

Bahan-bahan membuat kain tenun biasanya didapat dari alam. Menurut cerita, dulu kaum perempuan di desa ini bekerja mulai dari mencari kapas yang tumbuh liar dikebun-kebun, lalu dipintalnya menjadi benang. Proses membentuk kapas menjadi benang ternyata lumayan lama, kapas yang telah dipetik dijemur hingga kering, lalu dihaluskan dengan sebuah alat, dibentuk dengan cara menggulung menjadi benang, dan selanjutnya diberi pewarna alami dari tumbuhan. Misalnya pinang untuk memberi warna cokelat, kunyit untuk memberi warna kuning, kembang telang untuk memberi warna biru, dan angsana untuk memberi warna merah.

tenun sasak - aditya wardhana (4)

Setelah menjadi benang dan diberi pewarna saatnya mengelompokkan benang-benang tersebut sesuai corak yang dikehendaki kedalam semacam “cartrigde,” baru kemudian masuk ke alat tenun. Semakin mahal tentu saja motifnya semakin rumit dan pengerjaannya memakan waktu yang lama. Ada pula motif sakral bagi suku Sasak yaitu motif yang menggambarkan leluhur, seorang penenun harus berpuasa terlebih dahulu sebagai syarat. Sungguh usaha yang harus kita apresiasi sebetulnya. Sebagai gambaran untuk membuat selembar kain sarung misalnya, dibutuhkan berpuluh-puluh gulungan benang dan proses menenun yang lama, yakni sekitar satu bulan.

tenun sasak - aditya wardhana (5)

Hasilnya tentu saja adalah kerajianan yang indah dan kadang harus ditebus dengan harga tinggi. Walaupun saat dijajakan penjualnya bilang boleh ditawar, rasanya kok ya tidak tega karena tahu proses pembuatannya yang sulit. Jadilah saya ambil gelang dari sisa benang yang tidak terpakai sebagai imbalan saya mengambil foto saat mereka berkegiatan.

tenun sasak - aditya wardhana (1)