Kampung Keling

Kampung Keling - Aditya Wardhana (3)

Seolah berada di lokasi shooting yang di set khusus di tahun 70-an kawasan ini cukup meyakinkan saya kalau nanti akan melihat aksi mobil saling kejar dan muncul sosok Inspektur Vijay. Waktu seakan berhenti banyak toko perkakas dapur, toko peralatan olah raga, toko kamera, dan toko roti dengan gaya bangunan jaman dahulu kala.

Kampung Keling disebut juga Kampung Madras yang membentang di antara Jalan Zainal Arifin dan Jalan Teuku Umar adalah permukiman orang-orang keturunan India selatan di Kota Medan. Berlabuh di tahun 1880-an demi cengkeh dan kehidupan yang lebih layak mereka pindah dari Kuypers dan Nienhuys sebagai buruh perkebunan di Deli.

Kawasan kampung keling adalah tempat terjadinya pembauran dari tiga golongan besar penduduk, yaitu pribumi, tionghoa dan india Tamil. Tidak ada pengelompokan-pengelompokan yang menjadi pemisah diantaranya. Seluruh masyarakat berbaur dan berkomunikasi membentuk komunitas.

Bagi masyarakat india tamil yang tinggal di lingkungan ini, walaupun telah berbaur dengan masyarakat pribumi dan Tionghoa, mereka tetap mempertahankan identitas dan eksistensi dari mereka. Hal ini terlihat jelas apabila kita masuk dan berjalan ke lingkungan in, maka kita akan mendengar musik-musik berbahasa india, sehingga nuansa India di daerah ini lumayan kental.

Kampung Keling saat ini mulai tergeser dengan kehidupan kota Medan yang menuju Kota Metropolitan. Hingga tahun 1950an kawasan ini masih dihuni oleh warga keturunan India dalam jumlah yang besar, sejak saat itu jumlah tersebut telah berkurang karena keadaan ekonomi yang sulit sehingga membuat mereka harus pindah ke kawasan lain.

Kini Kampung Keling lebih sebagai kawasan yang  mampu menghadirkan kenangan masa lalu bagi masyarakat dan aset sejarah yang kelak dapat digunakan sebagai kajian dalam pengembangan kawasan.