Dialog Sekapur Sirih

Nyirih - Aditya Wardhana (2)

Tangan ibu itu mulanya meraih kotak sebesar kotak sepatu ketika saya bersender kerumahnya untuk berteduh. Saat mempersilakan saya duduk, tangan keriput itu bergerak dengan gesit meracik bahan-bahan yang terdapat dalam kotak tersebut. Tanpa melihat kotak dan racikan ditangannya, tiba-tiba sebuah lipatan daun sudah dijejalkan dimulutnya. Setelah itu suasana semakin cair dan ibu itu makin seru bercerita tentang apa saja.

Nyirih adalah salah satu tradisi yang hampir merata di seluruh kepulauan Indonesia. Kegiatan ini bermakna seperti keakraban dan bersosialisasi dengan orang lain. Menyirih biasanya dilakukan untuk mengisi waktu luang mereka, karena mereka beranggapan bahwa dengan menyirih mereka juga bisa menghilangkan beban pikiran yang sedang dihadapi, mengganjal rasa lapar, mengusir jenuh, dan memperkuat gigi walaupun merubah warna.

Awal perbincangan kami dimulai dari sekapur sirih.. Sebagai pengantar pembicaraan agar lebih lancar saat diutarakan. Akhirnya saya memahami juga maksud dari istilah yang selama ini saya jumpai di bagian awal buku diktat atau makalah-makalah jaman kuliah.

Oh ya saya juga ditawari untuk mencoba nyirih tapi harus saya tolak, soalnya takut nanti ketagihan.  Jadi sebagai gantinya lebih baik berfoto bareng saja berdua si Ibu. Terbuki nyirih itu ok, lihat dong di ibu yang pede tersenyum memamerkan giginya yang kondisinya masih sangat baik.

Nyirih - Aditya Wardhana (1)