Waru – Pakong

Jaraknya hanya sekitar 7km menurut gps yg kami bawa jg saat dicek di google map. Bonusnya jalan berkelok tajam berbentuk tanjakan. Tidak terlalu curam tapi jalanannya lebih sempit dg kendaraan lain tetap ngebut. Di tanjakan itu mas Tedi disamber oleh colt/minibis dari arah belakang kanan. Tidak ada luka terbuka, lebam dan bengkak di paha kanan.

Konon jalanan itu adalah bukit yg dibelah untuk dijadikan jalan tembus menuju Pakong.
Titik tertinggi sampai kami berhenti adl 268mdpl. Udara yg sangat panas berangsur menjadi lebih sejuk.
Sampai Pakong kami masih harus mengayuh 17km dg kondisi jalan lebih banyak turun dan sedikit tanjakan.

Tepat jam 17:00 kami sampai di pesantren Annaqayah yg menjadi tuan rumah bagi kami atas undangan Kyai Mushthafa, salah seorang pemilik pesantren turun temurun itu.

Malam ini bulan cukup sempurna dg satu bintang besar di bawahnya. Saatnya istirahat..