Majenang – Tasikmalaya | Pemandangan dari Ketinggian

Tidak terasa ke-21 Srikandi sudah memasuki etape kelima yang melintasi Majenang – Banjar – Ciamis – Tasikmalaya. Etape ini pendek saja, tidak lebih dari 100 Km, tapi sepanjang perjalanan, kontur jalannya sudah rolling dan di antara Banjar memasuki Ciamis barulah para Srikandi merasakan tanjakan harja khas Jawa Barat.

Ke-21 Srikandi berkumpul di BNI 46 kota Majenang untuk dilepas menuju kota Tasikmalaya oleh komunitas pesepeda & Muspika Majenang. Perjalanan kali ini terasa luar biasa karena para Srikandi sudah melintasi perbatasan propinsi Jawa Tengah dengan Jawa Barat. Pemandangan selama perjalanan juga indah, walaupun baru bisa dilihat setelah melewati tanjakan terlebih dahulu.

Cuaca cukup bersahabat karena panasnya tidak terlalu menyengat dan angin yang bertiup juga dingin layaknya hawa di dataran tinggi. Melewati daerah perbatasan, ke-21 Srikandi meluangkan waktu sejenak untuk foto-foto sebelum memasuki daerah pendakian. Lepas perbatasan, jalan mulai menyempit dan menanjak. Formasi rapi yang telah dipertahankan selama awal perjalanan terpaksa terpecah dan sedikit berantakan karena beratnya medan. Untung ada tambahan team support dari B2W Ranger yang sengaja datang ke Majenang untuk mengawal ke-21 Srikandi sehingga tidak ada yang tercecer jauh dari rombongan. Mereka mati-matian mendorong atau menemani para Srikandi untuk bisa terus mengayuh sepeda sambil sesekali memberi coaching singkat mengenai shifting.

Medan terberat sudah terlewati setelah memasuki kota Ciamis dengan disambut komunitas lokal untuk diajak makan siang di balai kota Ciamis bersama Muspida dan B2W Ciamis serta B2W Tasikmalaya. Karena sisa perjalanan tinggal 26 km lagi sampai kota Tasikmalaya, istirahat siang sedikit dipanjangkan untuk bersilaturahmi dengan komunitas sepeda kota Ciamis. Total perjalanan ditempuh 81 Km dengan waktu tempuh 4 jam 24 dan hanya dua orang yang terpaksa di evakuasi karena pedal yang bermasalah.