Eliminasi 21 Srikandi

Latihan dan seleksi Srikandi “Inspirasi Bagi Negeri” sudah dilakukan sebanyak 4 kali sejak awal Maret lalu. Proses seleksinya sendiri berjalan saat latihan dengan cara menempelkan nomer di helm dan sepeda agar mudah dipantau dan di evaluasi. Namun seluruh proses penilaian dan kriteria siapa yang lolos dilakukan secara tertutup. “Itu bertujuan agar mental peserta seleksi tetap terjaga dan motivasi mereka semakin besar menjelang seleksi final,” hasil nguping obrolan pelatih.

Diakhir latihan ke-4, para semua peserta seleksi Srikandi diberikan potongan kertas kecil lalu mereka diinstruksikan untuk menuliskan satu nama yang dianggap tidak layak untuk lolos menjadi Tim Srikandi. Rasanya memang berat, setelah latihan dan bercengkrama bersama ternyata harus dieliminasi dengan cara voting, Kalau kata Ijul “Pasti jauh lebih mudah bila harus menuliskan lima peserta yang paling layak untuk lolos menjadi Tim Srikandi.”

Dengan berat hati dan dipaksa-paksa, semua kertas-kertas tadi dikumpulkan kedalam kotak, lalu semuanya diajak berkumpul di lapangan. Wejangan dibuka oleh Taufik Hidayat, intinya agar semua bisa menerima apapun hasil yang diumumkan nanti. Suasana semakin berdebar saat kotak mulai diangkat dan dibuka, namun ternyata tidak untuk dibacakan isinya tapi justru dibakar sebagai penyemangat bagi kawan-kawan yang lain. Sesi latihan keempat resmi ditutup dan para peserta menutupnya dengan saling peluk dan cipika cipiki, sayang saya nggak ikut kebagian.

Sampai postingan ini ditulis, dari pantauan lini masa via twitter tampak para calon peserta masih harap-harap cemas menunggu hasil finalnya. Good luck & wish you all the best.