Premiere on 2011

Awal tahun ini dibuka dengan agenda full gowes Lb. Bulus – Puncak Pas PP.  Lewat radio TMC dilaporkan bahwa arus lalulintas dari Puncak Pas arah Ciawi sangat padat ,sedangkan arus lalu lintas di arah sebaliknya terlihat padat di seputar Cisarua. Belum dapat dipastikan kapan kepadatan akan berakhir.

Nanjak di Puncak saat macet ada sensasi lain dibanding nanjak saat lalulintas lancar. Kita harus bisa bisa lebih fokus pada kondisi di sekitar kita dan putaran kaki kita, tapi harus sigap untuk mencari jalur dan memotong jalur agar sepeda bisa jalan terus. Belum lagi saat kita searah dengan arus yang ditutup, rasanya banyak penonton dari dalam mobil yang berhenti dan tidak sedikit juga yang memberi semangat atau malah ngeledek.


Cuaca di Bogor sedikit kontras dengan Puncak , memasuki wilayah Gunung Mas cuaca menjadi gelap karena kabut tebal sudah turun. Seru juga rupanya bersepeda sambil menembus kabut, badan dan nafas tidak merasakan capek tapi mau dikebut lagi ternyata paha sudah berusaha maksimal hampir kram di 100m terakhir.

Berhubung tidak ada yang memasang cyclo computer, maka jarak dihitung dengan pengalaman rumah- Bogor = 40km, Tajur – Puncak Pas = 34 km. Berangkat pukul 6 dan tiba pukul 11 kurang 1/4

Capek dengan kemacetan, lebih baik pulang lewat jalur offroad, santai sambil bernarsis ria. Semua lancar  sampai rumah kecuali lalulintas di Tajur, Warung Jambu, dan Pasar Parung. Syukur awal tahun dibuka dengan semangat baru dan trip yang menyenangkan.

Photo courtesy of Bimar Sitanggang & Rizal Utara