Start Up

Acara utama: genjot terus 5 hari…
Bonusnya: ketemu saudara-saudara di kampung…


Hari dimulai dari bangun jam 2 pagi.. Bangun kepagian sebetulnya, tapi mau dipaksa tidur lagi badan dan mata rasanya sudah terlalu excite untuk memulai perjalanan.
Jadi untuk mengisi waktu luang kita ngoprek di dapur untuk bikin sarapan sekaligus mengisi perut.

Jalan ke meeting point di Gedung Antam jam 6 lewat, tumben kali ini bapak & ibu pengen ikut ngelepas biasanya anaknya kalo mau pergi sepedaan tinggal mencolot dr tempat tidur trus langsung mancal sepeda aja.
Pasang ban sebentar, cek settingan sepeda, trus tempel pannier di sepeda deh, semua berfungsi dengan baik karena sudah di tune up di Ozi Bike, kecuali BB sebelah kiri yang oblag.
Lho tau-tau temen-temen yang lain pada dateng bahkan yang cuma mau ngelepas kepergian kita.

Denger-denger touring kita kali ini masuk jadwal Bikepacker Indonesia sebagai Bike To Mudik, jadilah kita disupport penuh sama mereka. Makasih buat Oket dan Eko yang inisiatif contact Bikepacker Indonesia sebagai manager kita dijalan.
Lebaran belum mulai tapi kita udah dikasih baju lebaran plus peritilan lainnya.

Semua anggota tim sudah berkumpul, maka dimulailah perjalanan kita dengan dipimpin Ismet dengan kecepatan yang menyesuaikan lalulintas. Menuju Kalimalang via Condet dan PGC dilalui dengan penuh semangat, tapi yang namanya sepeda nggak pernah ngerasa dosa walau sedikit motong jalan. Dua orang yang didepan lewat dengan sukses eh saya dan Oket di STOP-in polisi ala razia motor di jalan, jalan dihalangi badan lalu tangan pake dicengkram. Baru lihat sepeda kita yang full loaded pak polisinya tanya mau kemana. Polisi itu geleng-geleng nggak percaya dan nyangkain kita jalan ke Pulogadung dan naikin sepeda kita ke bis. Ternyata pak polisi juga pengen mudik, tapi nggak bisa karena sudah ditugaskan saat lebaran. salut deh buat pengabdian pak polisi yang mengatus lalulintas di jalan saat hari raya.

Cuaca dan lalulintas selama perjalanan hari pertama sangat bersahabat. Mendung sepanjang hari rasanya hampir mustahil ditemui saat trip bersepeda dan pengguna jalan yang lain juga belum begitu padat membuat kita bisa mengayuh dengan tenang. Trip hari pertama memang kita manfaatkan sebagai etape pemanasan untuk adaptasi fisik dan adaptasi sepeda, ditambah durasi serta lokasi pit stop bebas selama nyaman ditempati. Jalan datar menghampar membuat sepeda bisa dibuat lari maksimal. Begitu masuk kota subang, baru kontur jalan mulai bervariasi. Hari sudah mulai gelap saat kami keluar dari kota Subang dengan diiringi gerimis lembut, pertanda harus mencari tempat untuk beristirahat.