Current Bike Setup

Bukan niat pamer bukan niat nyombong tapi emang jarang-jarang sih posting tentang spek dan settingan sepeda sendiri.
Ini dia si merah Fastrax,  dapet 2nd-an di Formula Bike, disimpenin khusus sama Koh Ajan, soalnya tau potongan frame yg kyk gini pas bngt di badan saya dan kebetulan setiap kali main ke bengkel tangan ini selalu megang-megang frame yang didisplay, begitu frame ini dituker sama majikan yang lama langsung deh saya ditelp.

Yah begitulah sekilas awal mula perkenalan  saya dengan frame ini, frame yang itungannya jadul, warna decalnya norak, dan namanya nggak terkenal. Disetting dengan selera majikan baru, XC Man Elite wannabe, sepertinya emang setelan bawaan frame ini.

sparepartTubingnya yg oversize, dipakein flat bar, dan ban gemuk bikin sepeda ini siap menghadapi segala medan XC. Logam scandium memang betul-betul ringan bikin sepeda ini lumayan enak dipake nanjak, tapi tetap mantap dipakai untuk melibas turunan dan tikungan yang teknikal mungkin ini kelebihan dari scandium yang lebih lentur dibanding alumunium, ditambah lagi tubing oversizenya mampu meredam kontur tanah.

Biarpun sepedanya disetel ala XC race, sepeda ini juga rajin dipakai harian. Banyak orang yang heran ngeliat posisi saddle lebih tinggi daripada stang dan tanya apa nggak pegel posisi seperti itu dipakai harian? Yah ukur baju di badan sendiri, biarlah sepeda saya seperti ini. Parts yang nempel di frame ini sebenernya nggak terlalu istimewa tapi ada alasan yang personal yang membuat part ini dipertahankan dan dipakai seperti :

  • Seatpost Thompson yang retak, seatpost nya emang bawaan waktu ngambil frame ini, konon katanya retak gara2 majikan sebelumnya terlalu keras mengencangkan clam rack dan sempat dipakai untuk memboncengi anaknya. Hasilnya pas dibuka seatpost baru ketahuan retak. Seatpost ini dibayar murah sekali saat ambil frame, bingung mau dijual berapa kalo kondisinya seperti ini jadilah saya yang nekad pakai seatpost ini dengan jaminan kalo celaka di jalan Koh Ajan sendiri yang tanggung jawab.
  • V-brake Deore, susah rasanya sekarang cari frame atau fork bagus yang masih kompatibel dengan v-brake. Teknologinya mungkin bisa dibilang ketinggalan jaman dan kurang bisa diandalkan di segala kondisi cuaca  tapi performa v-brake di medan kering sama bagusnya dengan discbrake. Toh sebagian dari kita lebih memilih bermain on road karena malas untuk main becek-becekan, lagipula v-brake bobotnya sangat ringan  dan harganya juga terjangkau.
  • Crank Deore, teknologi Outer BB Shimano ringan dan paling murah serta mudah sekali urusan perawatannya.
  • Paralax Hub, ini salah satu part yang selalu nempel dari jaman sepeda pertama. Ntah kenapa walaupun ingin upgrade tapi nggak rela karena hub ini performanya belum turun dan belum jebol-jebol sejak pertama beli.
  • Cassette Sora 8 speed, hub road dipakai di MTB, kenapa tidak! Sepertinya bagus untuk melatih power kayuhan karena rasio gear yang rapat, tapi agak merepotkan kalau dipake di track technical seperti Deltamas karena rentang giginya yang rapat.
  • Ergon grip, grip ini memang mahal, tapi berasa banget kalo udah genjot seharian. Nggak heran deh makanya kalo lihat team Ergon Topeak yang spesialis marathon / endurance race betul-betul rekomendasi-in grip ini.
  • Shifter Alivio 8 speed, ini juga parts yang belum pernah copot sejak pertama kali rakit sepeda. Seneng banget sama shifter ini karena badak dan indikatornya bisa dilepas. Lagipula rantai 8 speed lebih tebal dibanding rantai 9 speed sehingga perasaan lebih tenang tetap 8 speed walaupun RD nya sudah SLX.
  • TM Araya, rims yang kuat, jarang sekali di setel jari-jarinya walau disiksa di medan-medan all mountain.
  • Kenda Koyote, akibat pakai Maxxis dan CST untuk latihan bikin uang jajan sering dirasa kurang. Ban-ban itu memang ringan dan nyaman, tapi cepat botak kalau dipakai harian. Atas saran kawan, Ismet Ozi Bike sebaiknya pakai ini untuk latihan karena keras dan awet lagipula harganya murah.

Yah itulah sekilas settingan sepeda saya saat ini. Masih jauh dari masa purna bakti, kalaupun ada upgrade sisa partnya akan digunkan untuk membangun 1 sepeda lagi yang dipakai untuk alat transportasi, berlatih, dan belanja. Sayang frame scandium dipake hari-hari kalau perawatannya kurang, lebih baik pakai frame alumunium biasa yang lebih murah dan tahan korosi akibat keringat.

liat fullset behind the scene nya di http://nayanurindra.multiply.com/photos/album/44/Sepedagila