Indonesia Dari Atas Sepeda, Cantik, Sekaligus Menyedihkan

Apa yang kita tahu tentang tiap jengkal tanah Indonesia? Tiap jengkal tanah yang diminati seluruh bangsa di dunia; sebuah tanah air yang menjadi logistik dunia dalam menggerakan roda peradaban selama ribuan tahun, lalu baru dimerdekakan 65 tahun lalu. Tidak perlu dipertanyakan lagi mengenai kemerdekaan, karena secara de-yure, hal ini telah jelas, tegas dikumandangkan duo-proklamator, namun apakan secara de-facto demikian adanya?.

Sebuah pertanyaan retorik disaat mayoritas diantara kita bahkan tidak kenal nama tetangga sebelah jendela; saat ketimpangan amat ketara antara kita dan saudara lainnya; saat lapar merupakan nama tengah sebagian saudara kita dibelahan wilayah teritorial tanah air tercinta. Hal tersebut adalah sebuah fakta yang coba kita gali secara mendalam, langsung dilapangan. Sama sekali tidak untuk mengendurkan semangat optimisme kawan-kawan yang tengah riuh dibangun bersama, tapi sebaliknya, bahwa di tiap jengkal Indonesia nan cantik, masih terdapat serpihan tawa, air mata, rentang budaya yang harus direkatkan dan dihadirkan ke tengah kita semua secara obyektif sebagai sebuah warta dengan netralitas terjaga.

Lantas media apa yang digunakan untuk menjelajah Indonesia jauh ke pedalaman jalan setepak saudara-saudara kita saat infrastruktur jalan tidak merata pembangunannya?. Mobil? Aah tentu tidak bila harus membuat jalan baru terlebih dahulu dan merusak tatanan yang telah harmonis tercipta; motor? Sanggup berapa lama dan berapa jauh hingga akhirnya kehabisan bahan bakar? Jalan kaki?, bisa, tapi perlu berapa lama?. Baiklah, ada sebuah kendaraan sederhana yang efektif cenderung kita lupa, saat selama ini dimanja berbagai berita teknologi transportasi canggih namun tidak didukung infrastruktur pendukung. Apa itu?, SEPEDA.

Bagi sebagian besar pengguna sepeda, piranti ini katanya merupakan sebuah kemerdekaan terakhir disaat semua harus diatur dalam ranah undang-undang. 7langit sebagai sebuah perusahaan teknologi informasi mencoba menyelami apa sebetulnya yang mereka (pesepeda) lihat tentang Indonesia dalam tiap kayuhan pedal dan deru jantung sebagai motor penggerak.

Difasilitasi @sepedaku, sebuah forum sepeda online terbesar Di Indonesia, akan diberangkatkan 12 orang pesepeda ke sebuah daerah yang tidak pernah ditapaki tapak sepeda sebelumnya. Melewati hutan, lembah, perkebunan dan jalan setapak perkampungan yang penduduknya sudah 40 tahun belum pernah melihat pesepeda masuk ke area mereka; sebuah tempat ber-sekolah dasar satu ruang kelas dan satu guru didalam bangunan yang tidak lebih bagus dari (maaf) kandang kambing; beberapa kampung dengan penduduk ramah ditengah dengung individualitas kota besar.

Rute dan alat transportasi dan peserta
Kamis, 26 Agustus 2010 selepas sahur, rute yang akan mereka lewati tidaklah terlalu jauh dari Jakarta, hanya disepanjang bukit barisan selatan Sumatera, hingga area konservasi Tambling (Tampang Belimbing, bila diizinkan pengelola setempat); pulau-pulau kecil sekitar anak krakatau, hingga berakhir kembali ke Jakarta pada H-4 Idul Fitri, 6 September 2010. Untuk sampai kesana akan digunakan berbagai moda transportasi, mulai dari bis, truk (mungkin), ferry, kapal kayu, sepeda tentunya, bahkan sepatu (berjalan kaki). Karena rute yang dilewati lumayan berat dan perjalanan ini bukanlah main-main, melainkan sebuah penggalian informasi, maka yang diberangkatkan adalah pesepeda yang telah terbiasa melakukan itu, serta tentu saja kompeten dalam bidangnya.

Sebut saja DamharBerry (@ber_buzz), Edo, kesemuanya adalah pesepeda sekaligus photographer professional; laluDanielSyarief, keduanya adalah mahasiswa Universitas Indonesia semester akhir; lalu Inu Febiana (@ifnubia) yang telah cukup lama malang melintang di dunia sepeda; Norman, seorang guru yang menggunakan alam (flora fauna) sebagai media penghantar pendidikan; Ulil, seorang cameraman handal yang terbiasa mengabadikan berbagai kegiatan alam terbuka ekstrim, baik didalam maupun diluar negeri. Karena ini misi sosial, maka satupun dari mereka tidak ada yang dibayar.

Live Report
Didukung penuh 7langit melalui aplikasi #Garuda di BBku, selama perjalanan tim akan menyampaikan ulasan singkat apapun yang mereka temui dalam bentuk catatan ataupun photo. Tema laporan perjalanan yang semoga bermanfaat mempertebal kecintaan kita akan tanah air Indonesia; sebuah pandangan lebih dalam tentang Indonesia dari sudut pandang pesepeda yang semoga menunjukan kepada kita tentang tiap jengkal tanah air yang tidak semua kita tahu.

Selama Ramadhan 2010, kemerdekaan Indonesia ke-65, inilah sumbangan kami dari 7langit dan Sepedaku.com untuk Indonesia, sebuah informasi yang semoga obyektif; sebuah alur cerita tentang fakta yang semoga mampu membukan mata kita semua akan sebuah realita saudara sebangsa dan tanah air tercinta.

Follow @sepedaku di twitter untuk mengikuti live report

taken from http://sepedaku.com/forum/showthread.php?40118-Indonesia-Dari-Atas-Sepeda-Cantik-Sekaligus-Menyedihkan